{"id":1362,"date":"2026-04-20T09:56:14","date_gmt":"2026-04-20T02:56:14","guid":{"rendered":"https:\/\/bhetochar.com\/?p=1362"},"modified":"2026-04-20T10:00:46","modified_gmt":"2026-04-20T03:00:46","slug":"percobaan-tanam-capsicum-di-kelompok-delima-nagakeo-wolowea","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/pengetahuan\/percobaan-tanam-capsicum-di-kelompok-delima-nagakeo-wolowea\/","title":{"rendered":"Percobaan Tanam Capsicum di Kelompok Delima Nagakeo, Wolowea"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1361\" src=\"https:\/\/bhetochar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1776240866948_page-0005-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/bhetochar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1776240866948_page-0005-300x169.jpg 300w, https:\/\/bhetochar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1776240866948_page-0005-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/bhetochar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1776240866948_page-0005-768x432.jpg 768w, https:\/\/bhetochar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1776240866948_page-0005.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Di Desa Wolowea, di pulau Flores di Indonesia timur, sebuah kelompok perempuan bernama Kelompok Delima ingin tahu apakah biochar berhasil. Bhetochar bertemu dengan sekelompok ibu yang antusias tahun lalu. Kami mengadakan lokakarya bersama mereka. Mereka belajar cara mengoperasikan kiln retort kami, dan kami bekerja dengan mereka untuk menyiapkan plot demo.<\/p>\n<p>Mereka tidak menugaskan penelitian. Mereka menjalankan satu.<\/p>\n<p>Empat tempat tidur yang ditinggikan. Empat perawatan. Bibit cabai ditanam 20 Januari. Dua pengamat dari kelompok tersebut mencatat jumlah daun, lebar daun, tinggi tanaman, dan kondisi tanah.<\/p>\n<p>Tanah polos menghasilkan 7 daun dan tinggi 17 cm. Tanah tetap basah dan padat. Tanaman itu selamat. Mereka tidak berkembang.<\/p>\n<p>Tanah dengan 120 kg kotoran sapi lebih baik. 20 lembar. 40 cm. Tanah menjadi gembur. Ini adalah input organik standar yang sudah digunakan oleh petani di Nagekeo.<\/p>\n<p>Kemudian temuan yang mengubah ekonomi.<\/p>\n<p>Tanah dengan hanya 22 kg pupuk kandang ditambah 7,5 kg biochar, diaktifkan selama dua hari, menghasilkan 30 daun dan tinggi 37 cm. Kurang dari seperlima pupuk kandang. Lima puluh persen lebih banyak daun. Tinggi yang hampir sama. Tanahnya gembur.<br \/>\nPerawatan terbaik menggunakan biochar yang diaktifkan selama dua minggu. 30 daun. 60 cm. Tiga setengah kali tinggi kontrol.<\/p>\n<p>Ini bukan uji coba peer-review. Tidak ada replikasi. Dosis pupuk kandang tidak seragam di seluruh perawatan. Tanggal pengamatan kedua tidak dicatat. Para wanita yang menjalankan uji coba ini tahu batasnya.<\/p>\n<p>Tetapi data mengatakan sesuatu yang penting.<\/p>\n<p>Dikatakan bahwa biochar mengkompensasi pupuk organik yang langka. Dikatakan bahwa waktu aktivasi memengaruhi kinerja. Dikatakan bahwa tanah liat yang dipadatkan, jenis yang menutupi sebagian besar Nagekeo, menjadi dapat diterapkan ketika biochar ditambahkan.<\/p>\n<p>Dan dikatakan bahwa petani perempuan, diberi alat sederhana dan pertanyaan yang jelas, menghasilkan bukti agronomi yang tahan untuk diteliti.<\/p>\n<p>Kelompok Delima sedang bersiap untuk mempresentasikan hasil ini kepada badan perencanaan kabupaten mereka. Plot demo masih berkembang. Mereka menunggu data panen. Bukti terkuat masih ada di depan mereka.<\/p>\n<p>Terkadang data yang paling berguna tidak berasal dari laboratorium. Itu berasal dari tempat tidur yang ditinggikan di sebuah desa, dirawat oleh wanita yang perlu tahu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/posts\/nickyyuventius_delima-capsicum-trial-nagekeo-wolowea-activity-7450094292015972352-SxRx?utm_source=social_share_send&amp;utm_medium=member_desktop_web&amp;rcm=ACoAAD2R66MBrpHiM5H98gXfYkPP7v_a9qCQ0b4\">Yuventius Nicky<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Desa Wolowea, di pulau Flores di Indonesia timur, sebuah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1361,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1362","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-pengetahuan"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1362","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1362"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1362\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1363,"href":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1362\/revisions\/1363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1362"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1362"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bhetochar.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1362"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}