Skip to main content

Tentang kami

“Memetri Hayuning Bumi”

Tim kami

CEO & Co-founder

Maria Wahono

Maria telah mengembangkan karier yang panjang selama 30 tahun di bidang corporate finance dan project finance. Ia memulai kariernya pada tahun 1996 di Arthur Andersen Indonesia sebagai Corporate Finance Consultant, di mana ia terlibat dalam berbagai proyek dengan perusahaan swasta dan perusahaan terbuka yang bergerak di layanan konsultasi bisnis dan keuangan korporat.

Selama hampir 10 tahun, Maria bekerja di Thiess Indonesia, menangani lokasi konsesi jalan tol. Sebelum bergabung dengan Thiess, ia menjabat sebagai Corporate Finance Manager di perusahaan Investment Banking, Batavia Prosperindo Sekuritas. Sebelumnya lagi, ia bekerja sebagai Investor Relations Manager di Tripolyta Tbk, sebuah perusahaan petrokimia.

Saat ini, selain menjabat sebagai CEO Bhetochar, Maria juga menjabat sebagai Komisaris di Clean Power Indonesia, sebuah perusahaan yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan.

Maria meraih gelar Bachelor of Arts in Economics and Finance dari The Catholic University of America, Washington, DC, Amerika Serikat, dan gelar Master of Business in Accounting dari Queensland University of Technology, Brisbane, Australia.

COO & Co-founder

Misty Diansharira

Misty Diansharira meraih gelar MA di bidang Antropologi Organisasi dari Vrije Universiteit Amsterdam. Ia menangani berbagai merek lokal dan internasional selama bekerja di agensi Mullen Lowe, namun menemukan kepuasan terbesar saat mengembangkan kampanye komunikasi untuk perusahaan sosial. Ia turut mendirikan Communication for Change bersama Paramita Mohamad dan membantu para penggerak dampak dalam pengajuan hibah serta pendanaan pra-seed. Salah satu proyek energi terbarukan kliennya menginspirasi Misty dan rekannya, Maria Wahono, untuk mengembangkan model bisnis biochar dari bahan baku hingga produk, yang berfokus pada proyek restorasi tanah dan layanan aplikasi biochar khusus. Ia berharap generasi pembangun ekosistem tanah sehat berikutnya dapat melanjutkan dan meningkatkan siklus regeneratif serta restoratif di Indonesia.

Direktur

Ian Malana

Ian sudah lebih dari 35 tahun berpengalaman di bidang teknik. Berangkat dari pendidikannya di Universitas Parahyangan (1990) dan gelar Magister Sains bidang teknik dari Oregon State University (1993). Kariernya di bidang pembangkit listrik mencakup pengalaman luas dalam manufaktur dan pengembangan boiler utilitas lokal hingga 15 MW. Perjalanan ini membawanya ke posisi senior di ABB, Alstom, dan PT DEN, dan berpuncak pada kepemimpinannya dalam proyek PLTBm biomassa Mentawai berkapasitas 700 kW.

Fondasi teknis yang kuat ini melengkapi beragam keahlian tim PT Bhetochar. Dengan menjembatani rekayasa industri tingkat tinggi dan wawasan kolektif tim, dia membantu menyempurnakan proses produksi agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna. Keahliannya memastikan setiap batch biochar tidak hanya dioptimalkan secara ilmiah untuk retensi air dan unsur hara, tetapi juga praktis dan efektif bagi para petani yang mengandalkannya.

Direktur R&D

Yuventius Nicky

Pekerjaan Yuventius Nicky berpusat pada produksi industri dan aplikasi praktis teknologi berbasis biochar untuk mengatasi tantangan yang saling terkait antara perubahan iklim, ketahanan pangan, dan degradasi ekosistem. Pekerjaannya berfokus pada pengembangan biochar melampaui perannya sebagai amandemen tanah sederhana dan merekayasanya menjadi platform canggih untuk solusi ekologis dan pertanian.

Penelitian terapan beliau menyelidiki rekayasa biochar menjadi platform serbaguna untuk dua aplikasi utama: meningkatkan biosekuriti pertanian dan melaksanakan remediasi lingkungan yang kompleks.

Dalam domain pertanian, ini melibatkan formulasi biochar sebagai pembawa canggih untuk inokulan mikroba. Fokus utama adalah pengembangan dan validasi produk biochar yang ditingkatkan dengan agen pengendali hayati yang dirancang untuk menekan patogen tular tanah, yang merupakan ancaman signifikan bagi tanaman vital dalam pertanian Indonesia.

Dalam remediasi lingkungan, pekerjaannya mengeksplorasi sinergi antara metode biologis dan botani (bio-fito remediasi). Proyek utama adalah evaluasi amandemen biochar bambu yang dikombinasikan dengan spesies tanaman lokal yang sangat toleran untuk mengurangi bioavailabilitas logam berat dan meningkatkan substrat untuk pemulihan ekologis. Penelitian dasar ini dimaksudkan untuk menciptakan jalur guna meningkatkan sistem ini di kemudian hari dengan konsorsium mikroba khusus, membuka jalan bagi solusi yang lebih komprehensif dan multi-aspek untuk lanskap yang terkontaminasi.

Melalui pekerjaannya di Bhetochar, tujuan utamanya adalah menerjemahkan temuan penelitian ini menjadi produk yang kuat dan terukur. Tujuannya adalah mengembangkan solusi yang menciptakan umpan balik positif antara pertanian dan lingkungan, menyediakan alat bagi petani yang melindungi hasil panen sekaligus membangun kesehatan dan ketahanan tanah yang diperlukan untuk menahan tekanan iklim jangka panjang. Pada akhirnya, pekerjaannya berupaya menciptakan sistem sinergis di mana ketahanan pangan dan restorasi ekosistem terintegrasi dan saling memperkuat hasilnya.

Peneliti Senior

Dr. Ir. Etty Pratiwi, M.Si.

Dr. Ir. Etty Pratiwi, M.Si. memperoleh gelar Ph.D. di bidang Mikrobiologi dari IPB University dan telah menghabiskan lebih dari tiga dekade meneliti mikrobiologi tanah dan teknologi mikroba untuk pertanian berkelanjutan. Sebagai peneliti senior di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), beliau telah mengembangkan beberapa biofertilizer dan biostimulan yang dipatenkan yang telah diterapkan untuk meningkatkan kesehatan tanah dan produktivitas tanaman di seluruh Indonesia. Karyanya mencerminkan komitmen seumur hidup terhadap inovasi dan kolaborasi, yang diperkuat melalui pengalaman penelitian dan pelatihan internasional di Jepang, Korea, Inggris, dan negara lainnya.